DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Afdhali, D. R., & Triadi, I. (2023). Eksistensi Pancasila Sebagai Landasan Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Ancaman Ideologi Asing. Collegium Studiosum Journal6(2), 510-519.

Affan, H., & Hafidh, M. (2016). Membangun Kembali Sikap Nasionalisme Bangsa Indonesia dalam Menangkal Budaya Asing di Era Globalisasi. Jurnal Pesona Dasar, Vol.3 (4).

Affan, M., & Maksum, A. (2016). Membangun kembali Sikap Nasionalisme Bangsa Indonesia dalam Menangkal Budaya Asing di Era Globalisasi. Jurnal Pesona Dasar, 3(4). http://202.4.186.66/PEAR/article/view/7542

Alfaqi, M. Z. (2015). Memahami Indonesia melalui Prespektif Nasionalisme, Politik Identitas, serta Solidaritas. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan28(2).

Alyschiaraa, L. D. T., & Hendri. (2023). Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Nasionalisme melalui Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal Masyarakat Konseling dan Budaya, 3(1), 39–46.

Aman. (2011). Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Apriani, A. N., & Sari, I. P. (2020). Penguatan Karakter Nasionalisme Generasi Alpha melalui Living Values Education Program (LVEP). Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan11(2), 67-79.

Armawi, A. (2019). Nasionalisme dalam Dinamika Ketahanan Nasional. Gajahmada University Press : Jakarta.

Aryani, I. K., Susatim, M., & Jamaludin, A. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Ghalia Indonesia.

Azima, N. S., Furnamasari, Y. F., & Dewi, D. A. (2021). Pengaruh Masuknya Budaya Asing terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai5(3), 7491-7496.

Bakti, A. S. (2016). Deradikalisasi Dunia Maya: Mencegah Simbiosis Terorisme dan Media. Jakarta: Daulat Press.

Bauer, Y. (2020). Creating a “Usable” past: On Holocaust Denial and Distortion. Israel Journal of Foreign Affairs14(2), 209-227.

Bausan, B . (2012). Mari Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Nasionalisme Perilaku Nasionalistik Masa Kini dan Ketahanan Nasional. Yogyakarta: Mata Bangsa.

Carr, D. (2014). Pendidikan Karakter sebagai Penanaman Kebajikan. In L. P. Nucci & D. Narvaez (Eds.), Hand book pendidikan moral dan karakter. Nusamedia

Daryanto. (2013). Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Gava Media.

Dewantara, K. H. (1967). Ki Hadjar Dewantara. Jogjakarta: Majelis Leluhur Taman Siswa.

Dewantara, K. H. (2011). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama Pendidikan (4th ed.). Yayasan Persatuan Taman Siswa.

Djaja, W. (2009). Pancasila Di antara Ideologi Besar Dunia. Cempaka Putih.

Fadilah, N. (2019). Tantangan dan Penguatan Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Journal of Digital Education, Communication, and Arts (DECA)2(02), 66-78.

Fathurrochman, I., & Muslim, A. (2021). Menangkal Radikalisme Dengan Penguatan Pendidikan Karakter Nasionalisme Melalui Amaliyah Aswaja Di SD Islamiyah Magetan. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama13(2), 801-818.

Febrian, M., Adriansyah, M. I., & Dewi, D. A. (2024). Penyebab Aksi Separatisme OPM Masih Ada Hingga Saat Ini. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin2(1), 39-45.

Gatara, S., & Said, M. D. (2007). Sosiologi Politik: Konsep dan Dinamika Perkembangan Kajian. Bandung: Pustaka Setia.

Ghifari, I. F.  (2017). Radikalisme di Internet. Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya , 1(2) 123-134.

Hanafi, H. (2018). Hakekat Nilai Persatuan Dalam Konteks Indonesia (Sebuah Tinjauan Kontekstual Positif Sila Ketiga Pancasila). Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(1), 56–63.

Harefa, A. M. (2023). Eksistensi Guru Sekolah Minggu dalam Meningkatkan Digital Quotient Kepada Anak. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat1(2), 60-70.

Hutchinson, J., & Smith, A. D. (Eds.). (1991). Nationalism. Oxford University Press.

Irawan, A. D. (2022). Pengaruh pandemi dalam menciptakan ketimpangan sosial ekonomi antara pejabat negara dan masyarakat. Jurnal Citizenship Virtues2(1), 251-262.

Jennyya, V., Pratiknjo, M. H., & Rumampuk, S. (2021). Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. HOLISTIK, Journal of Social and Culture

Kahin, G. M. (2018). Nationalism and revolution in Indonesia. Cornell University Press.

Kartodirdjo, S. (1987). Pengantar sejarah Indonesia baru, 1500-1900: Dari Emporium sampai Imperium(1sted.). Gramedia.

Ketamansiswaan, T. D. (2014). Materi Kuliah Ketamansiswaan. Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Kohn, H. (1984). Nasionalisme, Arti Dan Sejarahnya. Jakarta: PT. Pembangunan Murtadha

Kusumawardani, A., & Faturochman, M. A. (2004). Nasionalisme. Buletin Psikologi12(2).

Laksmana, R. D., Muharam, A., & Iskandar, S. (2021). Analisis Sikap Nasionalisme dalam Pembelajaran SBdP di Sekolah Dasar. In Renjana Pendidikan: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar (Vol. 2, No. 1, pp. 1421-1429).

 Lan, T. J., & Manan, M. A. (Eds.). (2011). Nasionalisme dan ketahanan budaya di Indonesia: sebuah tantangan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Laudya, D. S., Siahaan, P. G., Purba, N. R., Giawa, R. F. A., Manurung, R. C., yulia Putri, F., & Saragih, Y. B. (2025). Dampak Polarisasi Media Sosial Terhadap Hak Kelompok Minoritas Dalam Menyampaikan Pendapat. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business4(2), 1544-1550.

Lay, C. (2006). Nasionalisme dan Negara Bangsa. Jurnal Ilmu Sosial & Politik, 10(2), 165–180.

Lestari, Y. S. (2018). Politik identitas di Indonesia: Antara nasionalisme dan agama. Journal of Politics and Policy1(1), 19-30.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Simon & Schuster.

Marwanti, E. (2016). Membangun Semangat Nasionalisme di Sekolah melalui Kearifan Lokal. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an3(1).

Moesa, A. M. (2007). Nasionalisme Kiai; Konstruksi Sosial berbasis Agama. LKIS Pelangi Aksara.

Morris, K. A. (2024). Merawat Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Terhadap Isu Sara Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora9(1), 49-59.

Mudjiyanto, B. (2019). Kebebasan Berekspresi dan Hoaks. Promedia (Public Relation dan Media Komunikasi)5(1).

Mulyana, S. (2008). Kesadaran Nasional: Dari kolonialisme sampai Kemerdekaan(1st ed.). Penerbit LKIS.

Muttaqin, F. (2015). Sejarah Pergerakan Nasional. Humaniora.

Nasional, K. P. (2010). Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karater Bangsa. Pedoman Sekolah.

Octavian, W, A. (2014). Peranan Penggunaan Media Film Pada Proses Pembelajaran PKn dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme Siswa (Studi Deskriptif Analisis Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Palembang). JPIS, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. 23(1).

Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahmani, R., Putri, S., Rani, M. I., & Hambali, H. (2021). Upaya Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Upacara Bendera Pada Siswa SD Negeri 10 Banda Aceh. Jurnal Tunas Bangsa8(1), 42-52.

Rahmatia, A., Sukmana, O., & Susilo, R. K. D. (2024). Individualisme Gen Z sebagai Tantangan Kolektivisme di Indonesia. Journal of Society Bridge2(3),

Ramdan, A. Y., & Fauziah, P. Y. (2019). Peran Orang Tua dan Guru Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran9(2), 100.

Rianto, H. & Firmansyah, S. (2017). Upaya Mewujudkan Pemahaman Nilai-Nilai Patriotisme dalam Bersikap Mahasiswa Program Studi PPKN IKIP PGRI Pontianak. SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial. Vol. 4, No. 1

Romualdi, K. B. (2024). Analisis Pemikiran Soekarno Tentang Nasionalisme. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(10), 3761-3766.

Ronaldo, R. S. R., & Konety, N. (2023). Dampak fandom key-pop indonesia sebagai imagined community terhadap keamanan budaya nasional. SEIKO: Journal of Management & Business6(2.1), 347-358.

Rosita, R., Japar, M., & Timoera, D. A. (2013). Hubungan Pemahaman Bela Negara dengan Nasionalisme Siswa di SMP Negeri 3 Tambun. Jurnal PPKn UNJ Online, 1(2).

Sa’diyah, L. (2012). Peranan Guru Sejarah dan Pendidikan Karakter dalam Pembentukan sikap Nasionalisme siswa.Skripsi. Semarang: UNNES Semarang. Tidak dipublikasikan.

Salihin, S., & Andriany, L. (2024). Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara Pada Abad Ke-21. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(2), 164-179.

Smith, A.D. (1991). National Identity. Reno: University of Nevada Press.

Soegito, A. T. (2006). Total Quality Manajement (TQM) dan Kepemimpinan Transformasional untuk Pendidikan Berkualitas. Pidato Pengukuhan Guru Besar UNNES.

Sofyaningsih, V. (2014). Pandangan Pemilih Pemula Pelajar SMA Negeri 1 Wonosari dan SMA Negeri 1 Patuk terhadap Bakal Calon Presiden Versi Media Masa Ppda Pilpres 2014 [UniversitasNegeri Yogyakarta]. https://eprints.uny.ac.id/23767

Sukarno. (1964). Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1.Jakarta: Panitya.

Supriyoko. 2001. Mengugat Nilai-nilai Nasionalisme. Journal Amikon.ac.id

Sutrisno. (2019). Revolusi Mental: Menumbuh kembangkan Rasa Nasionalisme.Jawa Tengah: Desa Pustaka.

Suyadi. (2013). Strategi     Pembelajaran Pendidikan   Karakter.   Bandung:   PT. Remaja Rosdakarya

Syarbaini, S. (2010). Implementasi Pancasila melalui pendidikan kewarganegaraan. Graha Ilmu.

Wasitaatmadja, F. F. (2024). Filsafat Ilmu: Integrasi Tasawuf dan Pengetahuan Modern Kontemporer. Prenada Media.

Widyaningsih, T. W., Prihatni, Y., & Retnaningsih, R. (2021). Pengembangan Instrumen Pengukuran Sikap Nasionalisme. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan9(1), 1-7.

Scroll to Top